terangdunia.com
Login
Home / Artikel / Motivasi / Putus Asa
Putus Asa
Wednesday, 16 December 2009 16:23
Bukannya bersuka karena kemenangannnya melawan nabi-nabi Baal, Elia jatuh dalam keputusasaan (1Raj. 19:4). Setelah ia memproklamasikan kesetiaannya pada Yesus (Mat. 26:33-35), Petrus menyangkal Dia dengan kutukan dan menangis tersedu-sedu (Mrk. 14:66-72). Paulus “putus asa akan hidup” (2Kor. 1:8), dan menderita sekali karena tak berdaya melawan “daging” (Rm. 7:18-24).

Walau Tuhan memakai mereka untuk melakukan hal-hal besar, mereka mengalami dunia mereka berputar di luar kendali mereka. Contoh-contoh di atas menyadarkan kita kalau orang percaya seringkali berhadapan dengan cobaan yang tak terduga dan tidak tahu apa maksud dari cobaan tersebut. Tapi contoh Alkitabiah dari tokoh-tokoh di atas membukakan mata kita bahwa pengalaman stress dan putus asa dapat menjadi waktu-waktu yang membuat rohani kita justru bertumbuh semakin cepat.

Cerita tentang penulis lagu William Cowper mengilustrasikan betapa kasih karunia Tuhan dapat ikut campur dalam keputusasaan kita. Semua orang yang tahu sejarah William akan mengerti mengapa Cowper mengalami masa depresi yang panjang. Pada suatu kali, karena yakin telah melakukan dosa yang tak dapat diampuni, dia meninggalkan rumahnya di malam hari ketika kabut menyelimuti London, dan berjalan menuju sungai Thames untuk bunuh diri. Sementara ia berjalan, kabut bertambah tebal dan ia mulai kehilangan arah. Setelah beberapa jam berjalan tanpa tujuan, ia menemukan dirinya kembali di depan pintu rumahnya. Terpukau oleh campur tangan Tuhan, ia menulis sebuah puisi yang kemudian menjadi nyanyian:

God moves in a mysterious way His wonders to perform;
He plants His footsteps in the sea, and rides upon the storm.
Judge not the Lord by feeble sense, but trust Him for His grace;
behind a frowning providence He hides a smiling face.
Blind unbelief is sure to err and scan His work in vain;
God is His own Interpreter, and He will make it plain.


Terkadang Tuhan mengizinkan setan untuk menguji kita, seperti Ia mengizinkan Ayub untuk diuji (Ayub 1). Sebagai seorang pendakwa, setan menguji iman setiap orang agar mereka menjadi putus asa. Setan adalah musuh setiap orang percaya, ia dengan gigih mencari cara untuk membuat mereka merasakan kekosongan dalam imannya (1Ptr. 5:8-9; Ef. 6:10-12). Tapi sama seperti Tuhan menetapkan batasan akan apa yang dapat setan lakukan kepada Ayub (Ay. 1:12), Ia juga berbuat serupa terhadap kita (1Kor. 10:13; Luk. 22:31-32).

Sadarilah bahwa di balik semuanya itu Tuhan sanggup mengubah keputusasaan kita menjadi kebaikan. Tuhan menggunakan segala cara untuk memperkuat dan memurnikan kasih kita kepadaNya dan kepada sesama.

“Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu—yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api—sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.” (1Ptr. 1:6-7). *
Hits: 956
Comments (0)Add Comment
Write comment
This content has been locked. You can no longer post any comment.

busy
 

KOMENTAR TERBARU

Polling

Mengapa Yesus Disebut Tuhan?
 

NEWS - Advertisement

Terangdunia Membantu Anda Membuat Website

News image

Zaman sekarang orang ingin bisa memperkenalkan diri dan wajah dari perusahaan atau gerejanya kepada publik sehingga lebih mudah diakses. Nah jika...

Untitled-1.gif

GASH (Gerakan Anti Sakit Hati)

Perselisihan Tajam

News image

Di sebuah gereja terjadi perselisihan tajam. Masalahnya sederhana. Paduan Suara A dijadwalkan mengisi pujian sesudah khotbah di kebaktian Minggu. Namun,...

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.